Menganal electrical part panel control

 Mengenal Apa Itu Panel Listrik Beserta Komponennya

Agar tidak salah memilih, mari kenali apa itu panel listrik beserta komponennya yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai macam komponen tersebut akan diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, seperti komponen power, indikator, pengaman, dan komponen kontrol.

Panel listrik adalah alat yang digunakan untuk membagikan dan menyalurkan kelistrikan ke semua perangkat sesuai kebutuhan. Bentuknya berupa kotak putih dengan tiga lampu menyala di luarnya, merah, kuning, dan hijau.

Apa Itu Panel Listrik dan Fungsinya?

diagram panel listrik 3 phase

Ketika membuka panelnya, Anda akan menemukan banyak komponen dimana masing-masing komponen memiliki fungsi khusus. Daftar berbagai komponen di bawah ini menjawab pertanyaan mengenai panel berikut penjelasan lengkapnya:

1. MCB

MCB adalah Miniature Circuit Breaker yang memiliki peran penting untuk melindungi perangkat dari beban berlebih. Beban berlebih disebut juga hubung singkat dimana penyebabnya adalah terjadinya lonjakan listrik.

Biasanya penggunaan MCB ini ditujukan untuk berbagai kepentingan rumah tangga. Penggunaannya secara tepat untuk memberikan perlindungan terhadap pilot lamp, relay, motor listrik, dan berbagai beban berlebih dari terjadinya hubung singkat.

2. MCCB

Pertanyaan mengenai apa itu panel juga salah satunya dapat terjawab dari kehadiran MCCB atau Moulded Case Circuit Breaker. Pada dasarnya, peranan MCBB ini tidak jauh berbeda dengan MCB, yakni untuk mencegah terjadinya lonjakan listrik.

Bedanya, penggunaan MCCB ini bukan untuk industri rumah tangga, melainkan untuk kebutuhan lebih tinggi. Contohnya, seperti kelistrikan yang ditujukan bagi bangunan komersial.


3. Fuse

Fuse dalam istilah umum yang lebih sering masyarakat kenal adalah sekering. Komponen ini memiliki peranan untuk melindungi kelistrikan dari terjadinya kegagalan fungsi. Gangguan kelistrikan yang dilindungi oleh fuse adalah hubung singkat atau kelebihan beban.

Fuse atau sekering pada dasarnya menjadi pelindung untuk MCB. Fuse juga mencegah terjadinya korsleting dari pilot lamp.


4. OCR

OCR atau over current relay merupakan komponen yang menjalankan peranan untuk meningkatkan arus di atas proteksi tertentu dalam waktu tertentu juga.

Fungsi utamanya untuk mencegah arus listrik berlebih yang mungkin saja terjadi karena adanya gangguan arus pendek listrik. OCR juga memiliki peranan untuk melindungi transformator dari arus lebih tinggi berdasarkan rating tertentu.


5. Magnetic Kontaktor

 Komponen ini berguna untuk memutus dan menyambung kelistrikan dengan prinsip induksi magnetik. Magnetik kontaktor termasuk ke dalam komponen kontrol yang peran pentingnya sebagai alat menghidupkan dan mematikan motor listrik.


6. Relay

 Prinsip kerjanya menggunakan prinsip induksi elektromagnetik dan memiliki peran mirip seperti magnetik kontaktor, untuk kontrol kelistrikan.

Bedanya antara relay dan kontaktor adalah daya pada perangkat. Untuk relay, hanya perangkat dengan daya rendah saja yang bisa dikontrol. Sementara untuk kontaktor, benda berdaya tinggi juga bisa dikontrol secara detail.


7. TOR

TOR adalah thermal overload relay juga merupakan komponen pengaman dengan peran pentingnya melindungi dari beban berlebih. Operasional TOR didasarkan pada suhu yang dapat dideteksi oleh elemen bimetal. TOR merupakan bagian panel listrik yang penting.


8. Timer

 Sesuai dengan namanya, Timer merupakan komponen kelistrikan yang berperan penting sebagai pengatur waktu. Mudahnya, Timer memiliki pengaturan untuk menjalankan perintah ON dan OFF pada sebuah rangkaian control listrik.

 Pada pemasangannya, biasanya Timer dipasang bersamaan dengan komponen lainnya, seperti TOR, Relay, Kontaktor, dan berbagai komponen kontrol lainnya.


 

TDR (Time Delay Relay) adalah komponen kontrol elektronik yang berfungsi sebagai saklar penunda waktu (timer) menggunakan prinsip elektromagnetik. Komponen ini banyak digunakan dalam instalasi panel listrik untuk mengatur jeda waktu menyala atau matinya sebuah perangkat atau motor secara otomatis.

9. PLC

PLC, singkatan dari Programmable Logic Controller, adalah sebuah perangkat elektronik digital yang dirancang untuk mengontrol proses-proses otomasi industri secara real-time. PLC bekerja dengan cara membaca input dari sensor dan perangkat lain, kemudian memprosesnya berdasarkan program yang telah diinputkan, dan menghasilkan output untuk mengendalikan aktuator dan mesin. 

PLC pada dasarnya adalah pengganti untuk relay sequensial dari sistem kontrol listrik. Di dalamnya terdapat banyak fitur canggih, seperti counter, timer, dan sebagainya.


10. Pilot Lamp

Disebut sebagai pilot lamp karena komponen ini merupakan lampu yang bisa menyala dalam kondisi tertentu. Paling sering lampu menyala ketika diberikan energi listrik makanya sering disebut juga sebagai lampu indikator. 


11. Ampere Meter

Peran penting amperemeter adalah sebagai pengukur arus listrik sehingga Anda bisa menemukan jawaban tepat. Memang terdapat rumus untuk menghitung arus listrik, namun adanya alat ini mempermudah siapapun mendapatkan jawaban tepat.

Amperemeter terbagi menjadi dua jenis, yakni amperemeter analog dan digital. Demi mendapatkan hasil pengukuran akurat, kami menganjurkan Anda menggunakan jenis amperemeter digital.


12. Volt Meter

Berbeda dengan amperemeter, voltmeter memiliki peran penting untuk mengukur tegangan listrik. Fungsi alat ini sama, yakni memberikan gambaran jelas berapa hasil jumlah tegangan kelistrikan tanpa perlu menghitungnya secara manual.

Voltmeter juga memiliki dua jenis di pasaran, yakni jenis analog dan digital. sebaiknya menggunakan voltmeter digital untuk hasil pengukuran akurat.


13. Frekuensi Meter

Frekuensi Meter berperan penting dalam menampilkan frekuensi sinyal listrik selama masa waktu tertentu. Penting untuk diketahui bahwa frekuensi sinyal listrik di Indonesia adalah sebesar 50Hz, sementara di luar Indonesia sudah mencapai 60Hz.

Ada dua jenis frekuensi meter, yakni analog dan digital. Sama seperti dua alat pengukuran sebelumnya, demi mendapatkan hasil akurat maka kami menganjurkan Anda menggunakan jenis frekuensi digital.


14. Power Meter

Power Meter merupakan jenis komponen lainnya yang memiliki peranan sebagai pengukur besaran tegangan, daya, arus, frekuensi, dan besaran listrik lainnya. 

Semua besaran kelistrikan dapat ditampilkan dengan tepat pada power meter. Proses pemasangannya juga terbilang mudah serta tidak memakan begitu banyak tempat.


15. Selector Switch

Selector Switch memiliki peranan sebagai saklar pemilih mode pada panel listrik. Ada dua kontak pada selector switch, yakni NO dan NC. Lebih mudahnya, kedua komponen ini digunakan untuk mengatur ON dan OFF pada kelistrikan.

Kerja perangkat bisa dipilih antara manual atau otomatis.

Push button disebut juga sebagai saklar tekan yang terbagi menjadi NO dan NC. Prinsip kerja NO saat tidak ditekan akan membuka, artinya saklar dalam kondisi OFF. Sementara untuk NC normalnya akan menutup dalam keadaan ON. 

Biasanya penggunaan push button untuk mengoperasikan motor listrik, solenoid, valve, dan sebagainya.


Terdapat juga part" Pendukung lainya seperti kabel,tray, busbar,skun kabel, kabel fleksibel dan lain sebaginya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Artikel pentanahan/grounding

PLC(Programble Logic Controller)

Tranformator Tenaga